Materi 2
IKLIM
DAN MEDAN
Pendahuluan
Salah satu dasar pengetahuan
dalam pertualangan adalah Iklim dan medan. Mempelajari pengetahuan mengenai
iklim dan medan perlu bagi seorang yang gemar melakukan kegiatan dialam
terbuka. Pengetahuan tersebut akan sangat membantu untuk mempersiapkan suatu
perjalanan.
Misalkan kita akan mengadakan penyusuran sungai Mahakam Di Kalimantan Timur dengan menggunakan perahu karet, maka haruslah diketahui terlebih dahulu keadaan iklim dan medan yang akan dihadapi. Kalimantan beriklim tropika, karena itu kita dapat memilih waktu perjalanan di musim hujan atau musim kemarau. Jika memilih waktu pada bulan Juli, saat itu adalah musim kemarau. Kemungkinan riam-riam di hulu menonjol ke permukaan air. Sebaliknya jika dilakukan pada bulan Desember, debit air
tinggi, sehingga sungai akan menjadi relatif lebih “buas”.
Jadi kita dengan pengetahuan ini dapat mengetahui :
Misalkan kita akan mengadakan penyusuran sungai Mahakam Di Kalimantan Timur dengan menggunakan perahu karet, maka haruslah diketahui terlebih dahulu keadaan iklim dan medan yang akan dihadapi. Kalimantan beriklim tropika, karena itu kita dapat memilih waktu perjalanan di musim hujan atau musim kemarau. Jika memilih waktu pada bulan Juli, saat itu adalah musim kemarau. Kemungkinan riam-riam di hulu menonjol ke permukaan air. Sebaliknya jika dilakukan pada bulan Desember, debit air
tinggi, sehingga sungai akan menjadi relatif lebih “buas”.
Jadi kita dengan pengetahuan ini dapat mengetahui :
1.
Tingkat kesulitan
ekpedisi
2.
Tingkat kesulitan
medan
3.
stategi pencapaian
lokasi
4.
Perencanaan perjalanan
5.
Peralatan perjalanan,
dsb.
Contohnya, dalam
menganalisa sebuah perjalanan maka timbul pertanyaan-pertanyaan sbb :
1. Sejauh apa gunung yang akan didaki ? Berapa tingginya ?
2. Pada musim apa perginya ? Apa saja yang dijumpai selama perjalanan ?
3. Ada Air tidak ? Bersalju tidak ?
4. dstnya.
Jabaran berikut adalah kemampuan menterjemahkan analisa iklim dan medan tadi menjadi “angka-angka”.
1. Sejauh apa gunung yang akan didaki ? Berapa tingginya ?
2. Pada musim apa perginya ? Apa saja yang dijumpai selama perjalanan ?
3. Ada Air tidak ? Bersalju tidak ?
4. dstnya.
Jabaran berikut adalah kemampuan menterjemahkan analisa iklim dan medan tadi menjadi “angka-angka”.
·
Misalnya, Tak ada
sumber air !!, berarti saya harus membawa 100 galon air.
·
Gunung jauh dari desa
!!, berarti saya harus membawa 5 tenda doom untuk flying camp dalam 100 hari !,
dst.
Batasan dan pembeda
Semua keadaan atmosfir (kelembapan, suhu, tekanan, angin) di bumi adalah akibat dari rotasi bumi, dan kedudukan bumi terhadap matahari. Istilah untuk iklim, musim dan cuaca hanya dimaksudkan untuk membedakan “ciri” utama, kerena semuanya sama , yaitu keadaan atmosfir yang berubah menurut tempat dan waktu.
Semua keadaan atmosfir (kelembapan, suhu, tekanan, angin) di bumi adalah akibat dari rotasi bumi, dan kedudukan bumi terhadap matahari. Istilah untuk iklim, musim dan cuaca hanya dimaksudkan untuk membedakan “ciri” utama, kerena semuanya sama , yaitu keadaan atmosfir yang berubah menurut tempat dan waktu.
·
Iklim
: Keadaan atmosfir
berdasarkan kedudukan sebuah tempat di muka bumi. Kedudukan tsb baik disebabkan
oleh tingginya terhadap permukaan laut maupun posisinya berdasarkan lintang
bumi.
·
Musim
: Keadaan atmosfir
berdasarkan akibat posisi bumi terhadap matahari. Posisi bumi akan mempengaruhi
Musim yang akan terjadi di suatu iklim itu.
·
Cuaca
: Keadaan atmosfir
yang langsung dapat dirasakan (suhu, kelembapan, angin) dan dilihat (awan,
ombak, benda langit) oleh pengamat.
Berdasarkan waktu dan
tempat maka dapat dijabarkan sbb :Jenis-jenis Iklim
Iklim dapat dibagi atas iklim yang dipengaruhi oleh matahari dan iklim yang terjadi karena kondisi geografisnya.
1. Iklim Surya
Iklim yang terjadi akibat perbedaan pancaran matahari terhadap muka bumi. Iklam surya terbagi lagi menjadi peristiwa yang teratur, atau yag dinamakam musim

2. Iklim Fisik :
Iklim yang disebabkan oleh pengaruh alam sekitarnya , yang berwujud daratan, lautan, pegunungan, daratan tinggi, pedalaman atau mendapat pengaruh angin, arus laut.
·
Iklim Benua : terdapat
pada kawasan yang luas dengan amplitude suhu yang besar, baik harian maupun
tahunan. Udara kering pada petang hari suhu tinggi sering hujan zenital turun
disertai hujan angin, atau matahari terik. Malam hari suhu amat rendah, bahkan
kadang-kadang disertai hujan es. Umumnya terdapat di sub tropis.
·
Iklim Laut : terdapat
dipesisir dan kepuluan dengan amplitude suhu rendah.didaerah tropis berawan
terus, hujan sepanjang tahun, deras dan sering disertai angin kencang. Di
daerah sub tropik, banyak awan,sering hujan disertai badai.
·
Iklim Daratan tinggi :
terdapat pada daratan yang jauh di atas permukaan laut. Kawasan ini mengalami
amplitude suhu yang besar. Di Ugahari bertekanan rendah, sinar mataharinya
terik dan kering. Terdapat baik diiklim kutup, sedang , maupun tropis
·
Iklim gunung :
terdapat dikawasan gunung. Amplitude suhu rata-rata antara musim panas dan
musim dingin kecil, namun suhu harian bisa anjlok dibawah nol. Tidak stabil, sering
disertai topan dan badai salju. Gunung tropik relatif lebih stabil dibandingkan
dengan gunung kutup, demikian pula gunung rendah realatif lebih stabil
dibandingkan gunung jangkung. Iklim gunung yang terisolir umumnya menampilkan
karakter yag berbeda dari iklim daratan rendahnya.
3. Iklim muson :
Muson berarti
misim,jadi iklim musim (iklim yang berulang-teratur). Terdapat didaerah yang
sangat dipengaruhi oleh dua atau lebih sistem iklim yang lebih besar. Contoh
paling baik kepulauan Indonesia. Kepulauan Indonesia mengalami musim kemarau
dan penghujan akibat adanya angin muson barat-laut dan timur laut. Angin muson
barat laut berasal dari daratan Asia pembawa hujan bulan Juli, dan angin muson
timur laut dari daratan Australia yang kering pada bulan Januari. Masing-masing
angin berlangsung hampir enam bulan dalam setahun.
Iklim Tropik khas Indonesia
Indonesia terdapat di
antara 60 LU dan 110 LS, merupakan Negara kepulauan, dan berada diantara dua
musim iklim (iklim Asia dan Australia).Iklim Tropik khas Indonesia
Walaupun bergunung-gunung juga, namun karena tiap gunung punya iklim tersendiri, maka tidak merupakan khas Indonesia.
Indonesia secara umum mempunyai sistem iklim, yaitu :
Khas iklim tropis
adalah hujan sepanjang tahun, dan relatif teratur. Namun di iklim tropik-muson di
Indonesia selain mempunyai daerah basah, jika mempunyai daerah kering ;
kadangkala sangat tidak menentu, dan awan yang tidak pernah absen setiap
harinya. Dua kali setahun angin di Indonesia berbalik arah, satu angin membawa
hujan, satu angin lainnya penyebab musim kemarau. Walaupun musim utama yang
terjadi adalah musim penghujan dan kemarau, diantara kedua musim tersebut ada
yang disebut musim pancaroba.
Di Indonesia dengan sendirinya mempunyai daerah yang benar-benar kering (Nusatenggara Timur, sebagian Sulawesi Timur) dan daerah yang sering dilanda banjir besar (Jawa Sumatra). Hujan dapat berupa badai, atau hanya gerimis. Air hujan dapat turun sekejap pada hujan deras atau dapat turun terus-menerus sepanjang siang – malam. Curah hujan setahun di daerah kering dapat dicapai dalam curah hujan sehari di daerah basah.
Karena Indonesia merupakan kepulauan, maka ada pengaruh besar dari iklim laut. Iklim ini di Indonesia mempengaruhi angin local yang sering menyababkan hujan di musim kemarau. Pada beberapa tempat di pesisir yang menghadap lautan sering tertimpa topan, walaupun topan adalah gejala khas subtropiks.
Uraian di atas hanyalah merupakan ciri-ciri umum, Indonesia masih mempunyai iklim daratan dalam skala “mini”, yaitu Kalimantan dan Irian. Iklim daratan tinggi, yaitu daratan tinggi Bokodini, dating baliem, Dating Garut, Dating bandung, Dating Ijen, Dating Gayo. Iklim gunung, antara lain : pengunungan Cartensz, Peg. Mandala, Peg. Papandayan, Peg. Leuseur. Iklim Gunung dalam skala “mini-midi” ada di daerah sekitar puncak-puncak gunung.
Suasana yang disebut CUACA
Di Indonesia dengan sendirinya mempunyai daerah yang benar-benar kering (Nusatenggara Timur, sebagian Sulawesi Timur) dan daerah yang sering dilanda banjir besar (Jawa Sumatra). Hujan dapat berupa badai, atau hanya gerimis. Air hujan dapat turun sekejap pada hujan deras atau dapat turun terus-menerus sepanjang siang – malam. Curah hujan setahun di daerah kering dapat dicapai dalam curah hujan sehari di daerah basah.
Karena Indonesia merupakan kepulauan, maka ada pengaruh besar dari iklim laut. Iklim ini di Indonesia mempengaruhi angin local yang sering menyababkan hujan di musim kemarau. Pada beberapa tempat di pesisir yang menghadap lautan sering tertimpa topan, walaupun topan adalah gejala khas subtropiks.
Uraian di atas hanyalah merupakan ciri-ciri umum, Indonesia masih mempunyai iklim daratan dalam skala “mini”, yaitu Kalimantan dan Irian. Iklim daratan tinggi, yaitu daratan tinggi Bokodini, dating baliem, Dating Garut, Dating bandung, Dating Ijen, Dating Gayo. Iklim gunung, antara lain : pengunungan Cartensz, Peg. Mandala, Peg. Papandayan, Peg. Leuseur. Iklim Gunung dalam skala “mini-midi” ada di daerah sekitar puncak-puncak gunung.
Suasana yang disebut CUACA
Berbeda dengan iklim
atau musim kadang-kadang tidak dirasakan lagi dan ‘susah’ untuk dilihat bila
kita tidak terbang keliling dunia untuk melihat perbedaan musim dan iklim
dibumi. Cuaca karena dalam sehari selalu berubah dan berpindah-pindah, maka
kita bisa merasakan dan membandingkan cauca baik dengan cuaca buruk.
1. Troposfir
Troposfir adalah bagian bawah dari atmosfir. Troposfir dengan tebal14 km ini merupakan tempat hampir semua sistem dibumi berlangsung
Troposfir mempunyai awan yang kering sekaligus bengis. Angin yang kdang sepoi kadang ganas, unsur angin sangat penting karena dialah yang mengaduk troposfir. Angin secara keseluruhan dibelokan oleh bumi (pusaran poros ; pegunungan dan tunduk pada matahari yang memanas. Jadi unsur-unsur cuaca, adalah :
1. angin
2. tekanan
3. kelembaban
2. Awan
Seperti warta-berita radio, bentuk awan merupakan pewarta cuaca yang akan terjadi. Pagi hari ada bentuk awan yang seperti domba, artinya akan hujan lebat siang harinya. Adalagi yang seperti buntut kuda, ada yang malam membentuk ‘halo’. Kadang ada awan yang ditembus sinar matahari, ada yang seperti blumkol.
Walaupun awan tidak memberitahu kita terlalu banyak, namun awan adalah penolong yang berharga karena memperlihatkan perubahan yang sedang terjadi di troposfir. Untuk orader awan sangat penting, karena bisa meramalkan naik turunnya debit air. Debit air adalah suatu faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan sungai.
3. Angin
Akibat adanya pemanasan dan pendinginan yang tidak sama terhadap muka bumi maka bergeraklah udara dari yang dingin ke yang panas. Dingin berarti tekanan tinggi, panas berarti tekanan rendah. Angin berbelok karena rotasi bumi, di belahan bumi utara ke kanan, dibelahan selatan ke kiri.
Angin yang sehari-hari terasa adalah angin yang diperlambat oleh pepohonan, bukit-bukit dan lembah-lembah. Sifat angin adalah semakin tinggi tempatnya diatmosfir, makin kencang gerakannya. Jadi makin tinggi kita naik, maka kita akan bertemu jenis angin yanglebih kencang dari pada jenis angin ketika masih di kaki gunung.
Angin yang langsung dapat dirasakan adalah :
1. Angin darat dan laut
2. Angin lembah dan gunung
3. Angin jatuh panas dan jatuh dingin
1. Troposfir
Troposfir adalah bagian bawah dari atmosfir. Troposfir dengan tebal14 km ini merupakan tempat hampir semua sistem dibumi berlangsung
Troposfir mempunyai awan yang kering sekaligus bengis. Angin yang kdang sepoi kadang ganas, unsur angin sangat penting karena dialah yang mengaduk troposfir. Angin secara keseluruhan dibelokan oleh bumi (pusaran poros ; pegunungan dan tunduk pada matahari yang memanas. Jadi unsur-unsur cuaca, adalah :
1. angin
2. tekanan
3. kelembaban
2. Awan
Seperti warta-berita radio, bentuk awan merupakan pewarta cuaca yang akan terjadi. Pagi hari ada bentuk awan yang seperti domba, artinya akan hujan lebat siang harinya. Adalagi yang seperti buntut kuda, ada yang malam membentuk ‘halo’. Kadang ada awan yang ditembus sinar matahari, ada yang seperti blumkol.
Walaupun awan tidak memberitahu kita terlalu banyak, namun awan adalah penolong yang berharga karena memperlihatkan perubahan yang sedang terjadi di troposfir. Untuk orader awan sangat penting, karena bisa meramalkan naik turunnya debit air. Debit air adalah suatu faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan sungai.
3. Angin
Akibat adanya pemanasan dan pendinginan yang tidak sama terhadap muka bumi maka bergeraklah udara dari yang dingin ke yang panas. Dingin berarti tekanan tinggi, panas berarti tekanan rendah. Angin berbelok karena rotasi bumi, di belahan bumi utara ke kanan, dibelahan selatan ke kiri.
Angin yang sehari-hari terasa adalah angin yang diperlambat oleh pepohonan, bukit-bukit dan lembah-lembah. Sifat angin adalah semakin tinggi tempatnya diatmosfir, makin kencang gerakannya. Jadi makin tinggi kita naik, maka kita akan bertemu jenis angin yanglebih kencang dari pada jenis angin ketika masih di kaki gunung.
Angin yang langsung dapat dirasakan adalah :
1. Angin darat dan laut
2. Angin lembah dan gunung
3. Angin jatuh panas dan jatuh dingin
Wajah Bumi : MEDAN
Mengapa binatang hidup
ditempatnya sekarang ? selain beberapa pengecualian, pertumbuhan dan binatang
darat mempunyai sebaran yang sempit karena dirintangi oleh dua faktor, yaitu
rintangan iklim dan rintangan fisik.
Iklimlah yang menentukan jalinan kehidupan serta wajah alam. Wajah alam kemudian membentuk rintangan-rintangan yanglebih rumit lagi. Pegunungan , daratan, laut kuno, pulau purba, sungai, danau pedalaman, dst. Oleh karena itu diperlukan pembagian tipe wajah alam.
Medan terbagi dua, yaitu medan surya dan medan fisik. Medan surya adalah medan yang terbentuk karena dipengaruhi iklim surya, sedangkan medan fisik medan yang dipengaruhi oleh iklim fisik.
Medan Surya
Iklimlah yang menentukan jalinan kehidupan serta wajah alam. Wajah alam kemudian membentuk rintangan-rintangan yanglebih rumit lagi. Pegunungan , daratan, laut kuno, pulau purba, sungai, danau pedalaman, dst. Oleh karena itu diperlukan pembagian tipe wajah alam.
Medan terbagi dua, yaitu medan surya dan medan fisik. Medan surya adalah medan yang terbentuk karena dipengaruhi iklim surya, sedangkan medan fisik medan yang dipengaruhi oleh iklim fisik.
Medan Surya
Medan surya terbentuk
karena surya dan curah hujan, jadi medan yang terjadi karena tenaga-tenaga dari
matahari (lihat iklim)
Wawasan adalah kawasan yang secara umum dipengaruhi oleh sistem iklim yang sama, didominasi oleh flora dan fauna yang sama. Wawasan terdiri atas sejumlah bioma. Tempat kehidupan wawasan disebut Biosfir.
Biosfir adalah tempat di dunia yang ada kehidupan. Tempat hidup di biosfir disebut habitat. Sedangkan tempat hidup yang terdapat makanan Substrat. Contohnya : jamur tempat hidupnya di daratan, artinya habitatnya didaratan,substratnya sisa-sisa organisme.
Ada beberapa istilah dalam lingkungan medan surya :
Wawasan adalah kawasan yang secara umum dipengaruhi oleh sistem iklim yang sama, didominasi oleh flora dan fauna yang sama. Wawasan terdiri atas sejumlah bioma. Tempat kehidupan wawasan disebut Biosfir.
Biosfir adalah tempat di dunia yang ada kehidupan. Tempat hidup di biosfir disebut habitat. Sedangkan tempat hidup yang terdapat makanan Substrat. Contohnya : jamur tempat hidupnya di daratan, artinya habitatnya didaratan,substratnya sisa-sisa organisme.
Ada beberapa istilah dalam lingkungan medan surya :
·
Habitat darat
(terrestrial) : habitat yang berada dalam ekosistem daratan
·
Habitat air (akuantik)
: habitat yang berada dalam ekosistem air
·
Bioma :daerah habitat
darat , daerah yang dipengaruhi oleh iklim dan curah hujan.
·
Komunitas : nama daerah
berdasarkan kumpulan tumbuhan yang mendominasinya.
·
Curah hujan : urutan
basah – lembab – kering – setengah gurun – gurun
1. Habitat darat
Hutan pohon runjung :
·
Iklim sedang kering, 4
musim. (panas dan gugur panjang dan kering, musim dingin banyak hutan)
·
Bioma : terletak hanya
dekat kutup utara.
·
Fauna : burung paus
silang mempunyai paruh khusus untuk mengambil biji dari rujung, sehingga hidup
disini. Rusa tanduk besar dan rusa bagal
·
Flora : hutan rujung,
pohon muda eru gunung dan balsam
Hutan peluruh iklim
sedang :
·
Iklim sedang lemban, 4
musim
·
Bioma : daerah iklim
sedang bagian utara bumi.
·
Flora : tumbuhan
trofit yaitu tumbuhan yang bersifat kering pada musim panas, dan bersifat basah
pada musim dingin. Pepohonan pada musim gugur meluruhkan semua daunnya. Jenis
pohon misalnya Ki-Kanada dan Bek.
·
Fauna : srigala,
beruang, burung pelatuk
Hutan tropik :
·
Iklim tropik basah,
umumnya 2 musim. Iklimnya tebagi 2 : iklim mikro Iklim dibawah hutan dan iklim
makro diatas hutan
·
Bioma : daerah iklim
tropika, lebih condong kearah utara bumi (300 LU, di selatan 280 LS)
·
Flora : tumbuhan kayu
tinggi berdaun rimbun sepanjang tahun, perdu. Epifit, higrofit.
·
Fauna : gudangnya
primate dan serangga. Burung, babi hutan, babi rusa, keluarga macan, harimau,
menjangan.
Tundra
·
Iklim Ugahari setengah
gurun, 2 musim
·
Bioma : dari hutan
rujung sampai bertemu salju di bagian utara. Puncak gunung tinggi.
·
Flora : lumut, lumut
kerak, rerumputan
·
Fauna : umumnya
merupakan pendatang musim panas misalnya Karibu, Beruang raksasa, harimau
Siberia.
Gurun
·
Iklim sedang gurun, 4
musim
·
Flora : serifit,
sukulen, tumbuhan musiman usia pendek.
·
Fauna : nitropoda
(laba-laba, serangga) dan rodensia (tikus)
Padang rumput
·
Iklim sedang setengah
gurun dan terletak ditengah benua (iklim benua), 4 musim.
·
Bioma : ditengah-tengah
benua, atau didaerah pedalaman dan ketinggian gunung yang jarang terkena hujan.
·
Flora :
rumput-rumputan, bila terdapat pokok kayu disebut sabana
·
Fauna : bison, kuda,
keluarga singa, keluarga macan,rusa , gajah, dll.
Gunung
·
Iklim khas gunung,
musim dan curah hujan dalam banyak hal tetap tegantung letaknya dibumi.
·
Bioma : (misalkan
gunung ditropis) puncaknya tundra, lalu padang rumput, pohon rujung, hutan
peluruh, dan dikaki hutan tropik.
·
Faunanya macam-macam
2. Habitat Air
Pembagian paling mudah
adalah berdasarkan kadar garamnya, yaitu :
Air tawar : daratan, pulau
Air tawar : daratan, pulau
·
Sungai, biomanya dari
lereng gunung sampai muara.
·
Danau, biomanya
tergantung pada pembagian medan surya
Air laut : terdiri
atas fotik dan afotik
·
fotik : Daerah yang
masih dipengaruhi matahari.;
·
Pasang surut, daerah
yang kadang bersifat habitat darat kadang air
·
Litoril : Matahari
masih mencapai dasar laut. Biomanya terumbu karang laut.
·
Neuritik : matahari
tidak sampai dasar
·
Afotik : sinar
matahari tidak pernah menjangkaunya, palung laut
Medan Fisik
Medan fisik adalah
medan yang dipengaruhi iklim fisik. Sejumlah medan mempunyai nama yang sama,
karena memang sama sifatnya. Yang membedakan adalah karena tipe kejadiannya
yang berbeda. Medan fisik lebih dikarenakan sebab-sebab di bumi. Oleh karena
itu pembagiannya pun berbeda, yaitu :
2. Medan tumbuhan
3. Medan geologi
Tumbuhan
Hutan :
2. Medan tumbuhan
3. Medan geologi
Tumbuhan
Hutan :
1.
Hutan Primer : medan
yang mempunyai pepohonan besar, tajuknya berdaun lebat dengan tumbuhan dibawah
karena tak terkena cahaya matahari didominasi oleh lumut dan humus, dan
tumbuhan sulur yang mencari-cari cahaya muncul diantara rating tajuk
2.
hutan sekunder : medan
yang pepohonan ramping berdaun carang dengan tumbuhan bawah berupa semak
belukar sukar ditembus, dulunya berupa hutan primer. Nanti ketika berkembang
menjadi primer kembali, jenis tumbuhannya bisa berbeda dengan aslinya.
Padang : medan terbuka yang sangat luas didominasi
oleh tumbuhan perintis. Pohon terkadang muncul satu-dua dengan bentuk yang
ramping. Terdiri atas :
1.
Sabana : medan terbuka
berumput dengan pohon-pohon yang sangat jarang. Khas Ethopia.
2.
Stapa : medan
rerumputan, alang-alang, semak dan tumbuhan perintis lainnya yang mudah tumbuh.
Khas Eurasia.
3.
padang lumut : Medan
yang didominasi oleh lumut, lemak kerak, bunga-bungaan. Dapat ditemukan di
daerah Tundra atau ketinggian.
Gurun : Medan yang hampir tak mempunyai tumbuhan
1.
Medan kaktus : Medan
yang didominasi tumbuhan berakar dangkal dan berserat.
2.
Medan Ubi-ubian :
Medan yang didominasi tumbuhan berakar ubi penyimpan makanan
3.
Medan pepohonan :
Medan yang didominasi tumbuhan berakar tunggal menghujam dalam kedalam.
4.
Semak-gurun : Medan
yang didominasi oleh rumput, semak, bunga-bungaan rambat. Bila pada musim
berbunga, lantai gunung berwarna warni. Ular-ular berbisa sangat senang berada
di daerah ini.
Geologi
Gunung : medan yang naik karena tenaga endogen atau kegiatan vulkanik.
Gunung : medan yang naik karena tenaga endogen atau kegiatan vulkanik.
1.
Gunung berapi : gunung
vulkanik yang aktif, terdiri atas tipe perisai, strato, sinder.
2.
Gunung mati : Gunung
vulkavik yang telah mati, biasanya berupa menara tebing yang menjulang.
3.
Gunung kubah : Gunung
yang terjadi karena desakan batu keras (granit) ke atas permukaan bumi.
4.
gunung lipatan : Medan
yang terjadi karena sebagian kerak tertekan ke samping. Ciri yang kasat mata
adalah
5.
Gunung sesar : Medan
yang terjadi karena sebagian kerak bergeser, terangkat atau amblas
6.
Pegunungan : medan
yang terjadi adanya penggabungan daya-daya
pembentuk gunung disuatu lokasi.
Daratan
·
Daratan rendah : medan
datar diketinggian tidak jauh dengan ketinggian muka air laut.
·
Daratan tinggi : medan
datar yang berada jauh diatas ketinggian muka air laut.
·
daratan pedalaman :
medan datar yang tidak terpengaruh oleh iklim laut.
Perairan : Medan tempat ait menjadi sangat dominan.
1.
Sungai : Medan tempat
mengalir air secara alamiah
2.
Pantai : Medan peralihan
antara lautan dan daratan. Terdiri atas : pantai pasir, pantai karang , pantai
berbatu, rawa
3.
Basin : Medan yang
terjadi karena cekungan alamiah yang luas terdiri atas : Oase, danau, laut.
Medan Khas Indonesia
Tropik
Ciri-ciri utama iklim
Indonesia tropik adalah curah hujan tinggi. Sehingga hujan yang deras
mengakibatkan erosi dan membawa tanah dari gunung. Banjir pembawa tanah ini
seringkali membawa bencana, namun juga sekaligus penyubur daratan rendahnya.
Gunung-gunung terkikis membentuk gundukan bundar, berbeda dengan kikisan es
yang kasar membentuk lereng-lereng tajam, runcing. Muaranya berlumpur, atau
berpasir. Namun muara yang manis dangkal berpasir dalam waktu sekejab bisa
menjadi golakan keruh coklat akibat hujan deras di pegunungan. Debit sungai
sangat cepat naik, namun sangat cepat pula surutnya. Laut yang aman diantara
pulau-pulaunya, namun sangat tak menentu di daerah peralihan sistem iklim.
Peralihan sistem iklim ini adalah ciri khas Indonesia, antara sunda besar dengan Australia terdapat pualu-pulau ajaib. Pulau-pulau ini berisi flora-fauna yang unik. Sulawesi, kepulauan Nusatenggara Timur, kepulauan banda merupakan contoh bagaimana terisolirnya sebuah daerah karena rintangan fisik-bumi. Rintangan tersebut adalah laut yang sangat dalam, selat Lombok, Palung Mindanau, dan laut Banda.
Indonesia tropis mempunyai dua macam hutan : hutan tropis basah dan hutan tropis muson. Tropis basah yang mempunyai medan pegunungan hutan maka di daratan rendahnya akan terbentuk kawasan rawa yang luas.
Kawasan rawa ini mempunyai dua bentukan medan, yaitu Paya bakau dan hutan gambut. Paya bakau terjadi karena begitu banyaknya Lumpur yang terbawa oleh sungai dari pegunungan. Hutan gambut membuktikan adanya curah hujan yang tinggi. Tanah pada hutan gambut terlalu sering terlalui, terbasahi oleh air, sehingga tak ada bakteri yang dapat mengubah sisa organic menjadi humus.
Contoh medan ini adalah Pegunungan Bukit barisan dengan pasangannya Pantai timur Sumatra ; Pegunungan tengah Sunda dengan Pantai Utara Sunda, Pegunungan Tengah Kalimantan menyebarkan bentangan rawa terutama ke daerah selatan dan barat Kalimantan Timur karena topografisnya lebih berbukit-bukit dibandingkan bagian Kalimantan lainnya, maka sangatlah sedikit luas rawanya dibanding bagian selatannya.
Hutan tropis terdapat di Sunda Besar dan Irian. Istimewanya Irian dapat dijadikan studio iklim yang terjadi dibumi. Bila kita memulai dari selatan, Paya-bakau asli diikuti hutan tropis basah perawan, terus keatas menuju salju abadi di pegunungan terjal dibagian tengah Irian, turun lagi sampai bertemu tanah-gambut, kita akan naik lagi kegunung-gunung berpuncak bulat dengan hutan tropis, dan akhirnya sampai lagi ke Paya-bakau berlumpur dibagian utaranya.
Medan-medan Khas
Peralihan sistem iklim ini adalah ciri khas Indonesia, antara sunda besar dengan Australia terdapat pualu-pulau ajaib. Pulau-pulau ini berisi flora-fauna yang unik. Sulawesi, kepulauan Nusatenggara Timur, kepulauan banda merupakan contoh bagaimana terisolirnya sebuah daerah karena rintangan fisik-bumi. Rintangan tersebut adalah laut yang sangat dalam, selat Lombok, Palung Mindanau, dan laut Banda.
Indonesia tropis mempunyai dua macam hutan : hutan tropis basah dan hutan tropis muson. Tropis basah yang mempunyai medan pegunungan hutan maka di daratan rendahnya akan terbentuk kawasan rawa yang luas.
Kawasan rawa ini mempunyai dua bentukan medan, yaitu Paya bakau dan hutan gambut. Paya bakau terjadi karena begitu banyaknya Lumpur yang terbawa oleh sungai dari pegunungan. Hutan gambut membuktikan adanya curah hujan yang tinggi. Tanah pada hutan gambut terlalu sering terlalui, terbasahi oleh air, sehingga tak ada bakteri yang dapat mengubah sisa organic menjadi humus.
Contoh medan ini adalah Pegunungan Bukit barisan dengan pasangannya Pantai timur Sumatra ; Pegunungan tengah Sunda dengan Pantai Utara Sunda, Pegunungan Tengah Kalimantan menyebarkan bentangan rawa terutama ke daerah selatan dan barat Kalimantan Timur karena topografisnya lebih berbukit-bukit dibandingkan bagian Kalimantan lainnya, maka sangatlah sedikit luas rawanya dibanding bagian selatannya.
Hutan tropis terdapat di Sunda Besar dan Irian. Istimewanya Irian dapat dijadikan studio iklim yang terjadi dibumi. Bila kita memulai dari selatan, Paya-bakau asli diikuti hutan tropis basah perawan, terus keatas menuju salju abadi di pegunungan terjal dibagian tengah Irian, turun lagi sampai bertemu tanah-gambut, kita akan naik lagi kegunung-gunung berpuncak bulat dengan hutan tropis, dan akhirnya sampai lagi ke Paya-bakau berlumpur dibagian utaranya.
Medan-medan Khas
Pengetahuan Rawa Laut
Tujuan
Tujuan
·
memberi pengetahuan
agar dapat menggunakan medan rawa dengan baik.
·
Mengetahui tentang :
keadaan, macam-macam sifat terjadinya rawa, dan bertindak/bergerak di medan
rawa.
Rawa, adalah sebagian
dari medan datar yang digenangi air.
Macam-macam rawa :
- rawa danau
- rawa sungai
- rawa laut
- rawa danau
- rawa sungai
- rawa laut
Terjadinya rawa
1.
Rawa danau, akibat
dari genangan air yang tak terbuang karena keadaan alam sekeliling (hutan
sekunder yang tidak dikerjakan lagi dan dengan pengaruh tektonis lama-kelamaan
mengandung air, adanya sumber-sumber air )
2.
Akibat hutan primer
dibuka oleh penduduk sehingga air yang tadinya ditahan oleh hutan tersebut
sekarang tidak, sehingga menimbulkan banjir dan mengakibatkan erosi-erosi.
3.
Karena pertemuan air
laut dengan air sungai.
4.
karena pendangkalan
seperti di daerah Dangkalan Sunda. Karena adanya pasang surut air laut yang
dipengaruhi oleh benda-benda angkasa (matahari, bulan)
Keadaan rawa di Indonesia
Jika dilihat dari peta Indonesia, Kepulauan Indonesia 40 % terdiri dari rawa, dan dari seluruh rawa, 75 % adalah rawa laut.
Ditinjau secara umum, alam Indonesia memberi gambaran :
·
Daerah pantai penuh
dengan pohon-pohon kelapa.
·
Hutan bakau kebanyakan
tumbuh dirawa laut.
·
Daerah peralihan rawa
danau kerawa sungai letaknya tinggi dari rawa laut.
·
Daerah rawa sungai dan
danau penuh dengan pohon jenis nipah, sagu, dll. Dan terdapat pula tumbuhan
seperti padi-padian, gelagah yang sering disebut alang-alang rawa.
Sifat-sifat rawa
·
rawa laut kebanyakan
merupakan hutan bakau (mangrove) yang pada umumnya terdapat di muara sungai.
·
Masuk kedalam sedikit,
hutan bakau diganti oleh hutan nipah, yang bertempat ditepi pantai yang
bersinar. Semakin kedalam nipah semakin subur. Adapun air tergantung dari
pasang surutnya air laut.
·
Lebih masuk lagi
kedalam, ditepi-tepi sungai dan ditepi danau besar terdapat pula rawa, yang
disebut juga rawa sungai atau rawa danau.
Dari ketiga jenis rawa
ini, rawa laut adalah yang paling sulit untuk dilintasi. Pada waktu pasang
dapat dimasuki perahu-perahu kecil atau rakit, tetapi pada waktu air surut
terpaksa kita harus melintasi pagar akar-akar bakau, tanggul-tanggul nipah, dan
lapangan Lumpur, kecepatan geraknya kira-kira ½ km/jam
Pengetahuan Tentang Laut di Indonesia
a. Sifat-sifat Laut Indonesia
Pengetahuan Tentang Laut di Indonesia
a. Sifat-sifat Laut Indonesia
·
Laut kita sifatnya
berbahaya, ombaknya besar, dalam
·
Mempunyai arus yang
kuat.
·
Mengalami pasang
surut.
·
Pantai-pantai relatif
kurang landai, sebagian besar curam.
b. Arus
·
Arus lautan Indonesia
dibawah pengaruh arus laut Cina Selatan
·
Pada bulan Januari
terjadi arus yang mengalir dari laut Cina menuju laut Jawa dan selat Makasar,
mengalir ke Utara dan Timur menuju laut Teduh.
·
Arus tersebut bersuhu
panas, yang terjadi akibat tiupan air laut dan timur laut dan tenggara
·
Bulan Juni arus
mengalir kearah kebalikannya.
c. Pasang Surut Laut
Indonesia
·
Perbedaan ketinggian
permukaan air laut disebut pasang jika permukaannya naik, dan surut jika
permukaannya turun.
·
Adapun kejadian pasang
surut adalah akibat pengaruh benda-benda angkasa (matahari, bulan). Terjadi
pasang surut kira-kira 24 jam 50 menit, dan saling berganti tiap 12 jam 25
menit.
Sungai
Air permukaan bumi mengalir kebagian yang lebih rendah. Karena tenaga erosi mengikis maka akan membentuk lembah dan terjadilah sungai. Lembah terkadang sangat curam karena tenaga erosi yang besar, terbentuk ngarai. Misalnya ngarai besar di Colorado, yang kurang lebih 2000 meter. Bagian melintang sungai, dan yang searah dengan sungai disebut profil memanjang. Banyaknya air yang lewat pada suatu profil melintang disebut kapasitas sungai. Ditempat yang lurus, air pada bagian tengah permukaan sungai alirannya tercepat, disebut benang arus atau garis arus.
Profil memanjang sungai dapat dibagi tiga bagian :
Air permukaan bumi mengalir kebagian yang lebih rendah. Karena tenaga erosi mengikis maka akan membentuk lembah dan terjadilah sungai. Lembah terkadang sangat curam karena tenaga erosi yang besar, terbentuk ngarai. Misalnya ngarai besar di Colorado, yang kurang lebih 2000 meter. Bagian melintang sungai, dan yang searah dengan sungai disebut profil memanjang. Banyaknya air yang lewat pada suatu profil melintang disebut kapasitas sungai. Ditempat yang lurus, air pada bagian tengah permukaan sungai alirannya tercepat, disebut benang arus atau garis arus.
Profil memanjang sungai dapat dibagi tiga bagian :
1.
Bagian Hulu;
Kemiringan sungai besar, arus air kencang, dan tenaga erosi kuat.
2.
Bagian Tengah Sungai;
Kemiringan sungai makin kecil. Jadi tenaga erosi dan transport juga berkurang.
Erosi mulai mengarah kesamping. Lereng sungai berubah kearah kontak.
3.
Bagian Hilir Sungai;
Di daerah ini kemiringan sungai mendekati 0 (nol). Airnya tenang. Erosi hampir
tidak ada, banyak terdapat sediment, air keruh, kadang-kadang terdapat beting
atau pulau ditengah sungai. Arah berkelok-kelok, tetapi kadang-kadang berganti
aliran pada waktu banjir, sehingga mempunyai muara baru.
Pantai dan laut
Garis pantai adalah garis yang menunjukan tinggi air pasang rata-rata, terletak laut dan darat. Pantai ialah bagian darat yang terdekat dengan laut (dengan garis pantai). Pesisir ialah bagian darat yag tergenang air laut ketika pasang naik dan kering ketika pasang surut.
Di pantai banyak sekali perubahan-perubahan misalnya karena ombak, karena pantai sedang dalam keadaan turun atau karena air laut naik, dsb. Abrasi atau erosi marine memperlihatkan hasil pekerjaan di pantai yang curam. Karena ombak dapat merusakkan pantai hingga batu-batuan pecah belah. Pantai seakan terpotong,sehingga terjadi tebing curam.
Sebagian besar permukaan bumi terdiri dari air. Luas segala laut, teluk-teluk dan samudra-samudra ialah 72 % dari luas seluruh permukaan bumi, jadi hanya 29 % saja berupa daratan. Sebagian besar lautan (terlebih yag dekat benua), umumnya kurang dari 200 m dalamnya. Nama bagian ini adalah laut dangkal. Bagian ini menjadi batas antara daratan dan lautan, dan disebut paparan (shelf). Paparan sebenarnya termasuk kontinen dan bagian ini seolah-olah berupa ambang pintu di muka daratan. Lebar paparan tidak sama diseluruh tempat.
Laut dapat kita bagi atas dua bagian :
Garis pantai adalah garis yang menunjukan tinggi air pasang rata-rata, terletak laut dan darat. Pantai ialah bagian darat yang terdekat dengan laut (dengan garis pantai). Pesisir ialah bagian darat yag tergenang air laut ketika pasang naik dan kering ketika pasang surut.
Di pantai banyak sekali perubahan-perubahan misalnya karena ombak, karena pantai sedang dalam keadaan turun atau karena air laut naik, dsb. Abrasi atau erosi marine memperlihatkan hasil pekerjaan di pantai yang curam. Karena ombak dapat merusakkan pantai hingga batu-batuan pecah belah. Pantai seakan terpotong,sehingga terjadi tebing curam.
Sebagian besar permukaan bumi terdiri dari air. Luas segala laut, teluk-teluk dan samudra-samudra ialah 72 % dari luas seluruh permukaan bumi, jadi hanya 29 % saja berupa daratan. Sebagian besar lautan (terlebih yag dekat benua), umumnya kurang dari 200 m dalamnya. Nama bagian ini adalah laut dangkal. Bagian ini menjadi batas antara daratan dan lautan, dan disebut paparan (shelf). Paparan sebenarnya termasuk kontinen dan bagian ini seolah-olah berupa ambang pintu di muka daratan. Lebar paparan tidak sama diseluruh tempat.
Laut dapat kita bagi atas dua bagian :
·
laut ingresi, terjadi
Karena gerakan-gerakan tektonik, terlebih-lebih gerakan vertical, sehingga ada
bagian yang turun. Umumnya laut ingresi sangat dalam.
·
Laut transgresi, terjadi
karena turunnya sedikt bagian daratan sehingga bagian ini digenangi air laut,
atau air laut itu sendiri yang naik.
Komentar
Posting Komentar