Materi 7
Adiwiyata,
Penghargaan Lingkungan Hidup Untuk Sekolah
A. Penghargaan
Adiwiyata
Adiwiyata mempunyai
pengertian atau makna : Tempat yang baik atau ideal yang dapat diperoleh segala
ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar
manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita yang
berkelanjutan.
1. Tujuan
Program Adiwiyata
Tujuan program
adiwiyata adalah untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi
tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah sehingga di kemudian hari
warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya
penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan. Kegiatan
utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan
norma-norma dasar antara lain; kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran,
keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan sumber daya alam. Serta
penerapan prinsip dasar yaitu partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat
dalam manajemen sekolah yang meliputikeseluruhan proses perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran, serta berkelanjutan,
dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus
secara konperensif.
2. Indikator dan
Kriteria Program Adiwiyata
a.
Pengembangan Kebijakan Sekolah peduli dan Berbudaya Lingkungan
Untuk mewujudkan
sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan
sekolah yang mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan
hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program
Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan.
Pengembangan kebijakan
sekolah antara lain,
·
Visi dan misi sekolah
yang peduli dan berbudaya lingkungan.
·
Kebijakan sekolah
dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
·
Kebijakan peningkatan
kapasitas sumber daya manusia (tenaga pendidik dan non-pendidik) di bidang
pendidikan lingkungan hidup.
·
Kebijakan sekolah
dalam upaya penghematan sumber daya alam.
·
Kebijakan sekolah yang
mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
·
Kebijakan sekolah
untuk mengalokasikan dana untuk kegiatan yang terkait dengan lingkungan hidup
b.
Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Penyampaian materi
lingkungan hidup kepada siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara
terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran, dan
metode belajar yang bervariasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada
siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan
sehari-hari (issue local).
Pengembangan kurikulum
tersebut dapat dilakukan dengan cara,
·
Pengembangan model
pembelajaran lintas pelajaran.
·
Penggalian dan
pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat
sekitar.
·
Pengembangan metoda
belajar berbasis lingkungan dan budaya.
·
Pengembangan kegiatan
kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang
lingkungan.
c. Pengembangan
Kegiatan Berbasis Partisipatif
Untuk mewujudkan
sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perludilibatkan
dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga
diharapkan melibatkan masyarakat sekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan
yang memberikan manfaat baik warga sekolah, masyarakat maupun
lingkungannya.
Kegiatan-kegiatan
tersebut antara lain,
·
Menciptakan kegiatan
ekstrakulikuler/ kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis partisipatif di
sekolah.
·
Mengikuti kegiatan
aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
·
Membangun kegiatan
kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di
sekolah.
d.
Pengelolaan dan Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
Dalam mewujudkan
sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan
prasarana yang mencerminkan upaya pengeleloaan lingkungan hidup, antara lain
meliputi
·
Pengembangan fungsi
saranapendukung untuk pendidikan lingkungan hidup.
·
Peningkatan kualitas
pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar sekolah.
·
Penghematan sumber
daya alam (listrik air, dan ATK).
·
Peningkatan kualitas
makanan sehat.
3.
Penghargaan Adiwiyata
Pada dasarnya program
Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu kompetisi ataulomba. Penghargaan
Adiwiyata diberikan sebagai apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan
upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan.
Penghargaan diberikan
pada tahapanpemberdayaan (selama kurun waktu kurang dari 3 tahun) dan tahap
kemandirian (selama kurun waktu lebih dari 3 tahun). Pada tahap awal,
penghargaan Adiwiyata dibedakan atas dua kategori, yaitu
·
Sekolah Adiwiyata
adalah sekolah yang dinilai telah berhasildalam melaksanakan Pendidikan
Lingkungan Hidup.
·
Calon sekolah Adiwiyata
adalah sekolah yang dinilai telah berhasil dalam pengembangan lingkungan hidup.
B. Sekolah Berbudaya
Lingkungan
Sekolah berwawasan
lingkungan hidup adalah sekolah yang menerapkan nilai-nilai cinta dan peduli
lingkungan pada sekolahnya. Pengajaran yang berbasisi lingkungan dan kesadaran
warga sekolah akan pentingnya lingkungan merupakan bagian terpenting dari
sekolah berwawasan lingkungan hidup.
Untuk menjadi sekolah
yang berwawasan lingkungan hidup bukan hal yang sulit, asalkan ada niat dari
warga sekolah. Kita dapat melihat seperti apa sekolah berwawasan lingkungan
hidup dari contoh sekolah-sekolah yang sudah mulai menerapkan prinsip peduli
dan berbudaya lingkungan.
Kondisi Sekolah
Tata letak sekolah
yang rapi dan bersih dari sampah tentu akan dipandang baik dan dapat
meningkatkan semangat belajar mengajar. Hal itulah yang menjadi pertimbangan
untuk menjadi sekolah berwawasan lingkungan hidup.
Kawasan Hijau
Kawasan hijau adalah
tempat yang disediakan untuk menanam berbagai macam tumbuhan yang biasa disebut
taman. Taman sekolah biasanya sering membentuk suatu ekosistem yang berisi
berbagai macam tumbuhan. Tumbuhan yang biasa ditanam adalah tumbuhan yang
membuat udara sejuk, tanaman obat, dan lain sebagainya. Hal terpenting adalah
taman tersebut harus rapi, indah, dan terawat.
Kesadaran Warga
Sekolah
Kesadaran warga
sekolah merupakan faktor terpenting untuk dapat menjadi sekolah berwawasan
lingkungan hidup. Karena dengan adanya kesadaran, terciptanya sekolah yang
berwawasan lingkungan akan lebih mudah. Semua itu dari warga sekolah itu
sendiri. Jika mereka peduli maka sekolah akan bersih terawat sedangkan bila
mereka tidak peduli maka sekolah pun akan kotor tak terawat.
Usaha-usaha yang dapat
dilakukan untuk menjadi sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan hidup,
diantaranya adalah:
1. Penguatan Kelompok
Pecinta Lingkungan
Kelompok pecinta
lingkungan adalah sekelompok siswa yang peduli terhadap lingkungan khususnya
lingkungan sekolah. Biasanya kelompok tersebut melakukan kegiatan penggunaan
kembali (reuse) dari sampah plastik menjadi produk-produk siap pakai seperti
tas, dompet, tempat pensil, kartu ucapan, kantong alat mandi, dan sebagainya
dengan membekali wawasan dengan mengikuti pelatihan dasar peduli lingkungan.
Selain itu, melaksanakan seminar lingkungan di sekolah, dan pameran di dalam
dan di luar sekolah guna mengajak warga sekolah untuk menjaga lingkungan
khususnya lingkungan sekolah.
2. Pengelolaan Sampah
Sekolah
Sampah yang diproduksi
oleh warga sekolah terdiri dari sampah kertas, sampah plastik, kaleng minuman,
daun-daun, dan sampah basah. Seperti yang kita ketahui bahwa sampah anorganik
sulit terurai maka sampah jenis ini dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang
yang dapat digunakan kembali. Sampah kertas dapat didaur ulang menjadi kertas
surat, sampah organik diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah plastik diubah
menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti, tas, dompet, sajadah, tempat
pensil, jas hujan, dan lain-lain.
3. Pembudidayaan
Tanaman
Pembudidayaan tanaman dilakukan
untuk pelestarian lingkungan, selain itu dapat juga untuk media pembelajaran
dan pemanfaatan tanaman, misalnya untuk tanaman obat. Salah satu tanaman yang
dapat dibudidayakan adalah tanaman obat. Tanaman obat yang dibudidayakan yaitu
Toga (tanaman obat) pengusir nyamuk. Pilihan ini dengan mempertimbankan bahwa
populasi nyamuk di sekitar sekolah cukup tinggi sehingga kasus DBD cukup
tinggi. Toga yang ditanam ialah Lavender, Geranyum, Zodia, dan Rosemary. Lahan
yang digunakan merupakan lahan di dalam kawasan sekolah yang, tepatnya di
samping kelas. Tujuannya agar siswa mengetahui bahwa banyak manfaat dari
tumbuhan yang dapat dengan mudah dikelola oleh siswa itu sendiri.
4. Pengintegrasian Isu
Lingkungan Ke Dalam Mata Pelajaran
Untuk menanamkan kepedulian
pada lingkungan kepada warga sekolah, akan efektif jika melalui mata pelajaran
atau kegiatan pembelajaran. Dengan berkembangnya wacana mengenai lingkungan
hidup, maka sekolah kemudian memutuskan untuk menyusun sebuah muatan lokal yang
disesuaikan dengan kebutuhan siswa mengenai pendidikan lingkungan hidup.
5. Kampanye Lingkungan
Sebagai kelompok yang
peduli lingkungan, kelompok pecinta lingkungan menganggap penting untuk mulai
mengampanyekan isu-isu lingkungan. Kegiatan kampanye ini bermaksud untuk menyebarkan
benih kesadaran lingkungan kepada berbagai khalayak.
Dalam Etika ‘Etika Lingkungan Hidup
Universal’ Ada 3 etika yang
merupakan prinsip dasar dalam kegiatan petualangan yaitu :
·
Take nothing but picture (Mengambil tak lain hanya gambar)
·
Leave nothing but footprint (Meninggalkan tak lain hanya jejak
kaki)
·
Kill noting but time (Bunuh mencatat kecuali waktu)
Dalam Kode Etik
Pecinta Alam Indonesia, disebutkan :
·
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
·
Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk
yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Komentar
Posting Komentar