Materi 3
PERLENGKAPAN
PERBEKALAN
Keberhasilan sebuah
kegiatan di medan Tropik juga ditentukan oleh perencanaan dan perbekalan yang tepat.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada perencanaan, yaitu :
1.
Menentukan tujuan
perjalanan (misal: penjelajahan, latihan, penelitian, kemanusiaan/SAR, dan
lain-lain)
2.
Mengetahui informasi
dan Data tentang jenis medan yang dihadapi (misal : hutan, rawa, tebing, dan
lain-lain)
3.
Mengetahui lama
perjalanan.
4.
Mengetahui kendala dan
keterbatasan kemampuan untuk membawa.
5.
memperhatikan hal-hal
khusus (misal : obat-obatan tertentu, dan sebagianya)
Setelah mengetahui hal
tersebut, maka kita dapat memilih perlengkapan dan perbekalan yang sesui dan
selengkap mungkin, tetapi beban tidak melebihi kemampuan mambawanya, atau
dikenal dengan istilah maximum utility in minimum weight. Perhitungan beban
total untuk perorangan tidak melebihi sepertiga berat badan (atau sekitar 15
sampai 20 kg), walaupun ada yang mempunyai kemampuan lebihdari sepertiga berat
badan ( + 30 kg ).
Dari kegiatan penjelajahan kita mengenal beberapa jenis perjalanan disesuaikan dengan medannya , yaitu :
Dari kegiatan penjelajahan kita mengenal beberapa jenis perjalanan disesuaikan dengan medannya , yaitu :
1.
Pendaki gunung.
2.
Perjalanan menempuh
hutan rimba
3.
Penelusuran sungai,
pantai, rawa
4.
Penerusuran goa
5.
Pelayaran.
Demikian pula untuk
perjalanan ilmiah dan kemanusiaan, dapat pula kita kelompokkan bersadarkan
jenis medan yang dihadapi. Dari tiap kegiatan tersebut, kita dapat
mengelompokkan perlengkapan yang dibawa sbb :
1. Perlengkapan Dasar, meliputi :
·
Perlengkapan untuk
pergerakan
·
Perlengkapan untuk
memasak, makan, minum
·
Perlengkapan intuk MCK
·
Perlengkapan pribadi
2. Perlengkapan Khusus, yangdisesuaikan dengan
perjalanan. Misal :
·
Perlengkapan penelitian
(misal : kamera, buku, dan alat-alat khusus lainnya)
·
Perlengkapan
pengusuran sungai (misal : perahu, dayung, pelampung dan lain-lain)
·
Perlengkapan pendakian
tebing (misal : tali carabiner, chock, piton dan sebagianya)
·
dll
3. Perlengkapan Tambahan
·
Perlengkapan ini dapat
dibawa atau tidak, misal : semir, kelambu, gaiter, dll)
Sebaiknya pengusunan
perlengkapan disusun terlebih dahulu pada sebuah check list (daftar
perlengkapan). Dalam check list, perlengkapan dikelompokkan kemudian diteliti
apa yang perlu dibawa atau tidak. Apabila perjalanan adalah perjalanan kolompok
maka dibuat check list untuk perlengkapan regu dan pribadi. Dalam perjalanan
besar dan cukup lama, perlu kita tentukan apakah perlengkapan akan kita bawa
sendiri atau menggunakan pembawa beban, kemudian apakah semua perlengkapan dan
perbekalan akan kita bawa sejak awal ataukah dapat diperoleh diperjalanan.
A. Perlengkapan Dasar
1. Perlengkapan JalanA. Perlengkapan Dasar
SEPATU
Yang perlu
diperhatikan:
·
Mempunyai kegunaan
yang sesuai dengan maksud Perjalanan kita
·
Sesuai dengan bentuk
dan ukuran kaki
·
Harus sejauh mungkin
menguntungkan si pemakai
·
Harus kuat untuk
pemakaian yang berat
Untuk medan gunung
hutan diperlukan sepatu yang :
·
Melindungi tapak kaki
sampai mata kaki (melindungi sendi dan ujung kaki)
·
Kulit tebal, tidak
mudah sobek apabila terkena duri.
·
Lunak bagian dalam,
masing memberikan ruang gerak bagi kaki.
·
Keras bagian depannya,
untuk melindungi kaki apabila kiki terbentur pada batu (tidak dianjurkan
memakai sepatu pekerja tambang, yang pada bagian depannya besi. Berat dan dapat
merusak jari kaki atau jika terjadi perubahan suhu)
·
Bentuk sol bawahnya
dapat menggigit kesegala arah dan cukup kaku. Biasanya bentuk solnya bergigi
dengandua arah, yang satu kedepan dan yang lainnya kebelakang. Gunanya memberi
pijakan yang kuat pada medanyang menurun.
·
Ada lubang pentilasi
yang bersekat halus, sehingga udarabisa lewat untuk pernapasan kilit telapak
kaki.
·
Sepatu ABRI cukup baik
digunakan, dengan modifikasi bagian sampingnya dibuat semacam ventilasi,
diberikan tambahan insole (alas tambahan didalam sepatu berupa jaringan
nilontipis yan membuat lapisan udara antara kulit kaki dengan alas sepatu,
sehingga sepatu aman dipakai tanpa bertambah berat bila basah).
Beberapa hal yang
harus diperhatikan :
·
Lecet, walaupun hanya
luka kecil, namun sangat mengganggu kenyamanan perjalanan. Pengebab lecet mungkin
sepatu yang digunakan kurang cocok (terlalu longgar atau sempit), kaus kaki
yang kurang tebal, atau sepatu masih baru dan kulitnya masih tebal dank eras.
Untuk itu peliharalah kaki dengan baik, seringlah membuka sepatu atau
mengontrol kaki. Jaga kebersihan kaki dan kaos kaki (usahakan agar kaos kaki
selalu kering). Yang terpenting anda harus mengenal sepatu yang digunakan.
Sepatu yang anda pakai sebaiknya sepatu yang sudah sering anda gunakan (tentu
keadaannya masih layak pakai).
·
Bersihkan kaus kaki,
sepatu, dan perlengkapan lainnya sesering mungkin.
·
Jangan mengeringkan
sepatu pada panas yang ekstrim (dekat tungku atau sinar matahari yang terik).
·
Semirlah sepatu
sewaktu-waktu dan olesi dengan semacam lemak atau grease agar kulit tetap
lembutdan benangnya tidak cepat lapuk.
-Kaus Kaki
Yang perlu
diperhatikan : menyerap keringat
Kegunaan :
Kegunaan :
·
Melindungi kulit kaki
dari pergesekan langsung dengan kulit sepatu dan bagian sepatu yang dapat
menimbulkan luka/lecet.
·
Menjaga agar telapak
kaki tetap dapat bernafas.
·
Menjaga agar kaki
tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin.
Untuk keperluan diatas,
bahan kaus kaki yang terbuat dari katun atau dicampur dengan wool atau bahana
sintetis lainya cukup baik. Sesuaikanlah ketebalan danpanjang kaus kakidengan
keperluan. Mungkin anda perlu memakai libih dari satu pasang kaus kaki. Yang
perlu diingat adalah harus selalu memakai kaus kaki yang kering. Untuk itu
sesauikanlah jumlah kaus kaki yang akan anda bawa. Dianjurkan untuk selalu
membawa kaus kaki cadangan untuk setiap perjalanan. Untuk pwerjalanan yang
menempuh daerah dingin, sebaiknya gunakanlah 2 lapis kaus kaki. Bagian dalam
gunakanlah kaus kaki dari katun dan bagian luar dari bahan wool.
Yang perlu
diperhatikan :
·
Kuat, lembut, ringan ,
praktis.
·
Tidak menggangu
gerakan kaki, artinya jahitan cukup longgar
·
Terbuat dari bahan
yang mengerap keringat
·
Mudah kering, bila
basah tidak menambah keringat
Untuk keperluan diatas,
bahan celana yang terbuat dari katun cukup baik, tidak terlalu tebal, tahan
duri, mudah kering dan lebih baik lagi yang ditenun dengan teknik ripstop.
Teknik ini membuat bahan bila sobek, maka hanya satu lokasi yangakan sobek,
tidak akan memanjang. contoh yang baik untuk jenis ini adalah celana GI, namun
celana PDL Bivac Jungle atau PDL tentara sudah baik.Bahan jenis jeans sangat tidak dianjurkan, karena berat, kaku,dan sukar kering jika basah. Seratnya terbuat dari katun seluruhnya. Bahan tersebut juga bukan jenis isolator yang baik untuk cuaca. Pilhlah calana yang memakai risluting agar mudah mengurangi kemungkinan pacet/lintah memasuki daerah terlarang, juga mudah membuka jika diperlukan.
Desain celana disesuaikan dengan kebutuhan. Celana tanpa kantong kurang praktis, tetapi terlalu banyak kantong akan merepotkan. Kantong celana sebaiknya memakai tutup yang mudah dibuka tetapi aman, dan kantong tersebut mudah dijangkau. Ada baiknya pada bagian-bagian tertentu diperkuat, misalnya pada bagian lutut dan pantat. Jika sering harus mengangkat lutut, sebaiknya buat ripel pada jahitan celana digaris lutut sehingga daerah lutut agak mengenbung. Ini berguna agar gerakan lutut lebih leluasa. Tempat ikat pinggang harus kuat.
BAJU LAPANGAN
Yang perlu
diperhatikan
·
Melindungi tubuh dari
kondisi sekitar
·
Kuat
·
Ringan
·
Tidak menggangu
pergerakan
·
Terbuat dari bahan
yang menyerap keringat
·
Praktis
·
Mudah kering
Prinsipnya sama saja dengan
celana jalan, namun perlu diperhatikan jangan sampai kantong-kantongnya
menganggu jika diisi atau tertekan ransel. Untuk baju jalan sebaiknya terbuat
dari katun tipe ripstop atau wool, bertangan panjang untuk menghindari tertusuk
duri, sengatan matahari maupun binatang berbisa. Sering orang salah kaprah,
unuk perjalanan pantai mereka memakai baju berlengan pendek atau bahkan tanpa
lengan. Padahal itu tidak baik, karena dapat merusak kulit akibat sengatan
matahari secara langsung.Harus pula diingat, pakaian yang digunakan harus kering, terutama jika dipakai tidur. Untuk itu sangat dianjurkan untuk membawa pakaian cadangan.
TOPI LAPANGAN
Yang harus diperhatikan :
·
Melindungi kepala dari
kemungkinan cedera akibat duri
·
Melindungi bagian
kepala dari jurahan hujan, terutama kepala bagian balakang
·
Topi yang digunakan
haruslah kua dan tidak mudah sobek
Untuk keperluan
tersebut, terutama untuk medan gunung hutan, dianjurkan memakai topi rimba,
atau sejinis topi jepang. Jenis topi ini selalu melindungi kepala dari
kemungkinan cedera akibat duri juga melindungi bagian belakang kepala dari
curahan air hujan. Memakai topi yang terlalu lebar sangat tidak dianjurkan.
Selain menghalangi gerakan juga kurang praktis. Topi jenis koboi ini cocok
kalau dipakai dipadang rumput atau didaerah-daerah yang tidak terlalu banyak
semaknya.
-Sarung Tangan
-Sarung Tangan
Yang harus
diperhatikan :
·
Sebaiknya terbuat dari
kulit
·
Bentuknya sesuai
dengan tangan
·
Tidak kaku, artinya
tidak menghalangi gerakan tangan
Untuk medan gunung
hutan, kegunaannya adalah melindungi tangan dari duri waktu menyibakkan semak,
dan melindungi tangan dari cedera akibat daun-daun berbahaya, binatang-binatang
kecil yang membuat gatal. Sarung tangan wool dipilih untuk melindungi tangan
terhadap cuaca dingin.
-Ikat Pinggang
Pilihlah ikat pinggang yang
terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala yangtidak terlalu besar tetapi
teguh. Misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut atau dari bahan sentetis
lainnya. Kegunaan ikat pinggang, selain untuk menjaga agar celana tidak
melorot, juga untuk meletakakan alat-alat yang perlu cepat dijangkau sepwerti
pisau pinggang, tempat air minum, tempat alat-alat P3K, dan lainnya.-Ikat Pinggang
RANSEL
Yang perlu diperhatikan
:
·
Ringan : Ransel sejauh mungkin tidak merupakan beban
tambahan yang belebihan (bayangkan bilaberat ransel anda sudah 8 kg), terbuat
dari bahan weter proof sehingga kalau hujan tidak bertambah berat, dan
melindungi isinya (walaupun tetap diberi perlindungan ekstra dengan menggunakan
kantong palstik terutama untuk perlengkapan yang peka ; pakaian tidur,
alat-alat tulis, makanan kering, dan lain- lain).
·
Kuat, Harus mampu membawa beban dengan aman,
berdaya tahan tinggi,tidak mudah robek, jahitan tidak mudah lepas, zippernya
cukup kokoh, dan sebaginya. Pokoknya kuat Sesuai dengan Kebutuhan dan Keadaan
Medan. Ransel yang dipakai harus sesuai dengan keadaan beban yang dihadapi.
Untuk medan gunung hutan, tidak dianjurkan untuk memakai ransel dengan rangka
luar (external frame). Ini akan memyulitkan pergerakan jika melewati semak.
Ransel jenis tersebut cocok digunakan pada medan-medan datar, terbuka (salju,
padang rumput, pantai)
·
Nyaman
Dipakai, Dianjurkan
memakai yang mempunyai rangka. Rangka ini perlu agar berat badan merata dan
seimbang keseluruh badan. Rangka ini juga membuat kenyamanan karena adanya
ventilasi antara tubuh dan punggung dengan ransel. Bagi ransel dengan
rangkadalam (internal frame0 mungkin perlu ditambah dengan bahan yang menyerap
keringat pada bagian yang bersentuhandengan pungung. Tali penyandang ransel
harus kuat, cukup lebar, serta empuk dan mudah distel. Juga hil belt untuk
mengatur agar ransel meenpel dengan baik ketubug serta membantu pembagian berat
badan.
·
Praktis : Kantong-kantong tambahan serta
pembagian ruangan akan memudahkan mengambil barang-barang tertentu. Sekarang
ini banyaksekali macam ransel dengan berbagai model, ukuran, bahan, serta harga
yang bervariasi di took-toko. Ketelitian anda memilih akan banyak menentukan.
Harga yangmahal belum tentu menjami ransel yang baik. Unuk itu pilihlah ransel
yang sesuai dengan criteria diatas. Untuk jenis peralatan tertentu, ada baiknya
anda lengkapi ransel anda dengan kantong tambahan atau anda bawa day pack,
untuk memudahkan bergerakan, terutama jika perjalananitru banyak melakukan
berbagai penelitian, atau sering melekukan perpindahan tempat. Day pack yang
anda bawa akan sangat banyak membantu.
-Peralatan Navigasi
Kompas, peta, penggaris tiga segi, busur derajat, pensil, dan lain-lain.
Peralatan navigasi ini merupakan peralatan yang sangat penting yang selalu harus dibawa.
-Lampu Senter
Kompas, peta, penggaris tiga segi, busur derajat, pensil, dan lain-lain.
Peralatan navigasi ini merupakan peralatan yang sangat penting yang selalu harus dibawa.
-Lampu Senter
·
Water proff dan
dilapisi karet
·
Bola lampu dan bateray
cadangan
-Peluit
·
Pisau pinggang
·
Golok tebas
Secara umum pisau,
golok tebas adala alat Bantu bagi kita untuk keperluan menusuk, memotong,
menyayat, melempar, dan yang penting sebagai alat bantu kita membuat api
(meotong kayu tipis-tipis, ranting). Banyak pisau dibuat untuk keperluan
tertentu, walaupun dapat digunakan untuk keperluan lain. Betapapun juga pisau
adalah sahabat yang sangat baik dan berguna bagi pengembaraan. Karena itu
benar-benar cocok, dapat dipercaya, sesuai dengan keperluan, cocok untuk ukuran
pengangan.
Pisau Bowie
Pada dasarnya termasuk jenis fighting knife, sangat efektif untuk menusuk dan memotong tapi cukup memadai untuk menetek dan melempar. Kalau timbangan dan ukurannya cocok, maka akan menjadi teman yang setia. Kalau terbuat dari bahan yang baik, desain pisau ini akan sangat tangguh. Karena sifatnya, banyak pisau survival yang mengambil desain dasar pisau ini. Pisau jenis ini didesain oleh James Bowie yang legendaries.
Pisau Bowie
Pada dasarnya termasuk jenis fighting knife, sangat efektif untuk menusuk dan memotong tapi cukup memadai untuk menetek dan melempar. Kalau timbangan dan ukurannya cocok, maka akan menjadi teman yang setia. Kalau terbuat dari bahan yang baik, desain pisau ini akan sangat tangguh. Karena sifatnya, banyak pisau survival yang mengambil desain dasar pisau ini. Pisau jenis ini didesain oleh James Bowie yang legendaries.
Pisau Komando
Diciptakan oleh Sykes dan Fairbirns (kolenel) yang dibuat untuk pasukan komando Inggris. Pertama kali dipakai pada Perang Dunia II di Perang Shanghai. Pisau komando khas pisau penusuk, walaupun cukup baik untuk pisau pelempar.pisau jenis ini kuran baik dipakai untuk menetak, menyayat karena akan banyak menghabiskan tenaga.
Diciptakan oleh Sykes dan Fairbirns (kolenel) yang dibuat untuk pasukan komando Inggris. Pertama kali dipakai pada Perang Dunia II di Perang Shanghai. Pisau komando khas pisau penusuk, walaupun cukup baik untuk pisau pelempar.pisau jenis ini kuran baik dipakai untuk menetak, menyayat karena akan banyak menghabiskan tenaga.
Pisau Pengukit
(skinner)
Pisau khusus untuk menguliti binatang buruan karena biasanya tipis dan sanyat tajam. Artinya sudut mata pisau sangat kecil. Bagian ujung pisau agak melengkung. Ukurannya macam-macam tergantung keperluan.
Pisau khusus untuk menguliti binatang buruan karena biasanya tipis dan sanyat tajam. Artinya sudut mata pisau sangat kecil. Bagian ujung pisau agak melengkung. Ukurannya macam-macam tergantung keperluan.
Pisau Lempar
Pisau yang didesain khusus untuk melempar Banyak sekali pisau yang aneh-anaeh dan mempunyai kegunaan yang sanat khusus. Namun yang perlu diperhatikan adalah :
Pisau yang didesain khusus untuk melempar Banyak sekali pisau yang aneh-anaeh dan mempunyai kegunaan yang sanat khusus. Namun yang perlu diperhatikan adalah :
·
Harus terbuat dari
bahan yangdapat dipercaya, tajam, dantidak mudah patah. Yang umum dipakai
adalah baja-karbon.
·
Desain dan kurannya
harus sesuai, artinya enek dipegang dandipakai
·
Sarungnya aman dan
enek jatuhnya.
·
Selalu tetap
terpelihara
Sekarang banyak dijual bermacam-macam pisau. Anda harus
memperhatikan segi mutunya. Harga mahal belum Benjamin barang itu baik. Pilihlah
jenis pisau dari merk yang sudah terkenal baik buatannya (umumnya buatan Swiss
atau Amerika cukup baik; di Indonesia buatan suku dayak, desa conggeng, atau
workshop-workshop perorangan).
Untuk jenis peralatan rimba (gunung hutan) sebaiknya anda pakai pisau jenis Bowie (hunter maupun survival), karena pisai jenis ini dapat dipakai dalam berbagai keadaan. Ditambah dengan golok tebas dan pisau multi blade, maka perjalanan anda menjadi perjalanan yang akan memberikan ketenangan.
2. Perlengkapan Tidur
Untuk jenis peralatan rimba (gunung hutan) sebaiknya anda pakai pisau jenis Bowie (hunter maupun survival), karena pisai jenis ini dapat dipakai dalam berbagai keadaan. Ditambah dengan golok tebas dan pisau multi blade, maka perjalanan anda menjadi perjalanan yang akan memberikan ketenangan.
2. Perlengkapan Tidur
·
Satu set pakaian
tudur.
·
Kaus kaki untuk tidur
·
Sleeping bag atau
sarung bag.
·
Sleeping mat atau
matras.
·
Tenda/ponco/plastic
untuk bivac
3. Perlengkapan Masak dan Makan
·
Alat masak
lapangan/misting.
·
Alat Bantu makan
lainnya (sendok, garpu, dan lain-lain
·
Alat Pembuat api
(lilin, Spirtus, paraffin, dll)
·
Kantong air/tempat air
B. Perlengkapan Khusus
·
Pendakian Tebing, tali
: static, dynamic, harness, hemet/crash hat, carabiner, sling: standard, prusik
sling, chock, piton, ascender, descender, hammer, stirrup, dll (sesuai
kebutuhan Pendakian)
·
Peralatan ORAD (Olah
Raga Arus Deras), perahu, kano, kayak, dayung, pelampung, tali pengaman pompa,
dll ( sesuai kebutuhan penyusuran)
C. Perlengkapan
Tambahan
Perengkapan tambahan ini walaupun bukanlah hal yang tramat penting, tapi ada baiknya dibawa, untuk menambah kenyamanan perjalanan.
Perengkapan tambahan ini walaupun bukanlah hal yang tramat penting, tapi ada baiknya dibawa, untuk menambah kenyamanan perjalanan.
·
Putis, adalah pembalut
betis yang terbuat dari katun atau wool, para pengembarapejalan kaki/tentara
menggunakan putis untuk menjaga otot betis agar fit dalam perjalanan panjang.
·
Sarung anti pacet,
Semacam sarung setinggi lutut yang biasanya terbuat dari kain tipis. Bagian
atas bertali seperti sarung bantal. Banyak dipakai oleh pekerja kayu, perintis
jalan yang sering melewati daerah rawa-rawa atau hutan yang basah yang banyak
pacet atau lintah. Sekarang ini sudah banyak gaitersyang menjual ditoko-toko,
tinggal anda pilih yang mana anda sukai, sesuai dengan kantong anda tentunya.
·
Kelambu, Untuk
perjalanan yang banyak melewati rawa-rawa ada baiknya jika membekali diri
dangan kelembu.
·
Kupluk (Balaclava),
Menambah nyenyak tidur dan menghindari sengatan serangga kecil. Untuk daerah
dingin (gunung es), fungsinya menjadi penting sebagai pelindung muka dan
telinga dari cuaca dingin, es dan angin.
·
Semir sepatu, Penting
unttuk memelihara sepatu tetap lemas.
·
Ikat leher/kacu segi
tiga, Banyak kegunaannya, bisa untuk penghapus keringat, sebagai penutup
kepala, telinga, bisa juga dipakai sebagai pembalut (sebagai alat P3K)
·
Perlengkapan pribadi
lainnya. Jarum, benang, kancing, tali sepatu cadangan, tali tubuh/webbing,
handuk, sikt gigi, odol, sabun, celana dalam. Rokok, tembakau, tape, kamera,
obat-obatan pribadi.
Menyusun Perlengkapan
Ke dalam Ransel
Nyaman-pakai, efisien, fit, selain secara langsung ditentukan oleh desain ransel, juga banyak dipengaruhi cara menyusun barang (packing) kedalam ransel. Yang menjadi dasar adalah keseimbanganbeban. Bagianam kita menunpuk berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki kita dapat bekerja secara efisien.
Dalam batas-batas tertentu, rangka yang dimiliki oleh ransel banya memberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih mengenangkan saat mengendong beban. Namun bagaimanapun juga desain ransel yag dimiliki, akan sedikit artinya apabila anda tidak mampu mengusun barang anda dengan baik.
Beberapa pertimbangan :
Nyaman-pakai, efisien, fit, selain secara langsung ditentukan oleh desain ransel, juga banyak dipengaruhi cara menyusun barang (packing) kedalam ransel. Yang menjadi dasar adalah keseimbanganbeban. Bagianam kita menunpuk berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki kita dapat bekerja secara efisien.
Dalam batas-batas tertentu, rangka yang dimiliki oleh ransel banya memberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih mengenangkan saat mengendong beban. Namun bagaimanapun juga desain ransel yag dimiliki, akan sedikit artinya apabila anda tidak mampu mengusun barang anda dengan baik.
Beberapa pertimbangan :
1.
Tempatkanlah
barang-barang berat setinggi dan sedekar mungkin kebadan. Barang yang relatif
ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan dibagian bawah.
2.
letakkan barang yang
sewaktu-waktu diperlukan diatas atau pada kantong-kantong luar ransel (ponco,
alat P3K, kamera, dll)
3.
kelompokkan
barang-barang dan masukan kekantong-kantong plaitik yag tidak tembus air,
terutama pakaian tidur/cadangan, pakaian dalam, kertas-kertas, buku, dll)
sekali lagi buatlah
check list dari semua perlengkapan. Kalau mungkin dengan beratnya agar dengan
mudah dapat menyusunnya
Perencanaan
Perlengkapan
Dalam perencanaan perjalanan, pwerencanaan perbekalan merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
Dalam perencanaan perjalanan, pwerencanaan perbekalan merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1.
Lamanya perjalanan yang
akan dilakukan
2.
Aktifitas apa saja
yang dilakukan
3.
Keadaan medan yang
dihadapi (terjal, sering hujan, dan sebagianya)
Sehubungan dengan hal
diatas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan , yaitu :
·
Cukup mengandung
kalori dan mempunyai komposisi gizi yang memadai serta tidak asing bagi lidah.
·
Terlindung dari
kerusakan, tahan lama, dan mudah/sederhana dalam menanganinya.
·
Sebaiknya makanan yang
siap pakai atau tidak perlu dimasak terlalu lama, irit air dan bahan baker.
·
Ringan, mudah didapat.
·
Murah
Untuk dapat
merencanakan komposisi bahan makanan agar sesuai dengan syarat-syarat diatas,
kita dapat mengkaji dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Dengan informasi yang
cukup lengkap, perkiraan kondisi medan, aktifitas tubuh yang diperlukan, dan
lamanya waktu. Perhitungan jumlah kalori yang diperlukan.
2.
Susun daftar makanan
yang memenuhi syarat diatas, kemudian kelompokkan menurut komposisi dominant.
Hidrat arang, protein, lemak, hitung masing-masing kalori totalnya (setelah
siap dimakan).
3.
perhitungan untuk vitamin
dan mineral dapat dilakukan terakhir, dan apabila da kekurangan dapat ditambah
tablet vitamin dan mineral secukupnya.
4.
Setelah melakukan hal
diatas, anda tinggal membandingkan jenis apa yang banyak mengandung hidrat
arang, lemak, atau protein. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada komposisi
bahan makanan (daftar komposisi bahan makanan, Dep. Kesehatan RI, Dit. Gizi).
Komentar
Posting Komentar